A THOUSAND YEAR FOR LOOKING YOU ...........
...........
Nina ...........
Aku mengenalnya secara tak sengaja............
Aku menabraknya saat aku mengejar bis di tempat pemberhentian bis karena aku sedang tergesa maka aku tak mengucapkan kata maaf tapi yang aku herankan mengapa dia tak marah tapi malah tersenyum dengan manisnya............
Aku terkesima dengan tatapan matanya yang lembut............
Sampai dikampus aku tak berhenti membayangkan wajahnya yang seperti artis korea favoritku......................
“Hey, kok senyum-senyum sendiri. Ada apa,non?” Tanya Tanti,sahabatku............
Aku hanya menggeleng............
“Wah,pasti kamu ketemu dengan seseorang ya?” Lanjut Tanti............
“Kok kamu tahu?”...........
“Ealah.....Nina. Itu sudah menjadi kebiasaanmu,toh” Kata Tanti dengan logat jawanya............
Aku hanya tertawa............
...........
Mengapa aku tak bisa berhenti memikirkannya............
Aku seperti tersengat ribuan lebah waktu dia menatapku padahal aku baru bertemu dengannya tadi pagi tapi mengapa aku merasa seperti telah bertemu dengannya............
...........
“ Tan,hari ini aku bertemu dengan seorang cowok. Orangnya menatapku dengan lembut. Rasanya aku telah jatuh cinta dengannya”...........
“ Nina,kamu itu baru pertama kali bertemu dengannya kok malah kamu..........?”...........
“ Entahlah,Tan. Aku merasa ada sesuatu yang tak bisa kujelaskan. Aku tak tahu perasaan macam apa ini”...........
...........
Ya....aku memang tidak tahu perasaan apa yang kumiliki...........
Ada rasa rindu yang tak tertahan untuk bertemu dengannya lagi...........
. Tuhan memang baik mempertemukan aku dengannya lagi ketika aku naik angkutan umum dan dia duduk tepat disebelahku............
Aku tak bisa berkata apapun karena seluruh tubuhku terasa kaku............
Aku hanya meliriknya tanpa bisa berkata apapun............
...........
“Hmm........maaf. Apa kita pernah bertemu ya sebelumnya?” Tanyaku memecah ........... keheningan............
Dia hanya tersenyum manis............
“Kok dia diam terus sih?” Tanyaku didalam hati............
“Boleh tahu namamu siapa? Aku Nina” Sahutku sambil mengulurkan tangan. Tapi sebelum dia menjawab pertanyaanku,dia sudah turun terlebih dahulu............
...........
Sekali lagi aku kecewa............
“Mbak,ini dari cowok tadi” Kata Kernet menyerahkan sepucuk surat............
Aku membacanya dan tersenyum............
Namaku Seoul. Aku sudah tahu namamu kok dan kita pernah bertemu sebelumnya............
...........
Seoul Sejak pertama kali aku bertemu dengannya aku tahu aku sudah mencintainya............
Dia memang tak pernah tahu bahwa aku selalu mengikutinya. ...........
Aku tak pernah berharap dia tahu bahwa aku mencintainya............
Lebih baik begini adanya. ...........
Aku tak ingin dia tahu keadaanku yang sebenarnya............
Memandangnya dari kejauhan itu sudah lebih dari cukup mengobati kerinduanku selama ini............
...........
Nina Aku tak bisa berhenti membayangkan wajah dan senyum............
Aku merasa aku pernah bertemu dengannya tapi aku tak tahu itu dimana............
Namanya Seoul. ...........
Namanya seperti orang korea saja. Keesokkan harinya aku bertemu dengannya lagi didalam bis tapi dia duduk dibelakangku. ...........
Aku tak bisa berbicara dengannya............
Ketika ada kesempatan aku menyapanya tapi lagi-lagi dia tak menjawabku............
...........
“Seoul, bisakah aku bertemu denganmu lagi nanti?” Kataku saat dia beranjak turun dari bis............
Tapi orang yang kupanggil tak menggubrisku............
“Dia tak bisa bicara,mbak” Sahut sang kernet bis............
Aku terkejut............
“Maksud bapak apa?” Tanyaku............
“Dia sudah menjadi pelanggan tetap bis ini,mbak sejak dulu. Namanya Seoul Wijaya. Saya mengenalnya dari kartu namanya”...........
“Dia bisu,pak”...........
“Iya mbak. Kalau dia mau bicara dia pasti menuliskan diselembar kertas” “Memangnya dia mau kemana,pak?” “Saya juga tidak tahu,mbak. Sejak dari dulu dia selalu minta diturunkan di jalan itu. Sepertinya dia sedang menunggu seseorang”...........
Cowok yang membuat hatiku meleleh ternyata dia tak bisa bicara............
Dia bisu. Seharian aku hanya memikirkan Seoul. Orang seperti apakah dia itu?...........
...........
“Nina,kamu ini melamun aja. Lagi mikir siapa?” Sahut Tanti............
“Lagi mikirin cowok yang aku ceritain sama kamu kemarin itu. Ternyata dia bisu,Tant”...........
“Jadi kamu kecewa nih”...........
“Bukan seperti itu. Entah mengapa perasaanku rasanya aku pernah mengenalnya. Aku merasa sangat sedih saat tahu keadaan dia yang sebenarnya”...........
“Namanya siapa sih,Nin?”...........
“ Seoul..........”...........
“Nama yang indah dan aneh ya”...........
...........
Seoul...........
Nina seandainya saja kau tahu aku sudah menunggumu sangat lama untuk melihatmu kembali............
Seandainya kau mengingat peristiwa yang kita alami dulu pasti sekarang kau sudah mengenalku............
Nina,entah sampai kapan aku harus menyembunyikan ini semua darimu. Kau seperti tak mengingatku lagi............
...........
Nina Saat aku tahu dia tak bisa bicara entah mengapa aku seperti ingin menangis padahal aku tak lama mengenalnya............
Tanpa aku sadari aku merasa ingin memeluknya dan mengucapkan kata maaf............
Tapi lagi-lagi aku tak tahu perasaan macam apa ini............
Didalam suratnya dia mengatakan dia sudah mengenalku dan tahu namaku tapi aku benar-benar tak ingat dimana kita pernah bertemu............
...........
Hari ini aku bertemu dengannya lagi tapi bukan di dalam bis melainkan di tepat di sebuah rumah kosong............
Aku tak tahu kenapa aku bisa sampai disini............
...........
“Maafkan aku,Seoul kalau kau ternyata tak bisa bicara” Kataku saat tiba didepan rumah tua bercat putih...........
Tidak apa-apa..................
“Seoul,apa kau sedang menunggu seseorang disini?”...........
Aku menunggumu,Nina............
“Menungguku? Untuk apa?”...........
Untuk janji kita............
“Tapi Seoul, aku baru pertama kali bertemu denganmu”...........
Tidak,Nina. Kita sudah pernah bertemu berkali-kali............
“Aku tetap tak mengerti apa yang kau bicarakan,Seoul. Mungkin kau telah salah mengenal orang kan?”...........
Tidak. Aku tidak pernah salah mengenal orang. Kau tahu ini,kan?...........
“Gelang berliontin emas itu punya siapa?”...........
Ini punyamu,Nina. Sudah lama aku menyimpannya............
“Tapi aku tak pernah memiliki gelang itu,Seoul. Maafkan aku,Seoul. Aku harus pergi” Kataku segera berlalu............
...........
........... Saat aku menengok rumah yang tak berpenghuni itu aku merasa ada sesuatu yang membuatku menangis............
Apakah aku sudah gila akibat kecelakaan yang kualami 2 tahun silam atau aku benar-benar orang yang dia cintai. ...........
Entahlah.....................
. “Tanti,apa kamu masih ingat peristiwa 2 tahun lalu dimana aku mengalami kecelakaan?” Tanyaku tiba-tiba............
“Iya,Nin. Memangnya ada apa?”...........
“Tan,apa dulu aku punya seorang cowok yang aku sukai?”...........
“Kamu kenapa,toh Nin?”...........
“Jawab aja,Tan” Jawabku memaksa............
“Nin,dulu maupun sekarang kamu itu tak punya cowok. Malah anak-anak kampus yang suka sama kamu. Tapi dulu kamu pernah bicara sama aku kalau kamu sedang menunggu seseorang namun kamu tak pernah mengenalkannya sama aku sampai sekarang”...........
“Apakah Seoul yang aku tunggu? Tapi aku benar tak mengingat kejadian 2 tahun silam” Bisikku dalam hati............
“Nin,apa kamu sakit?” Tanya Tanti sambil memegang dahiku............
“Aku pergi dulu,Tant”...........
...........
Sebenarnya siapa Seoul?...........
Atau lebih tepatnya siapa aku ini? Aku segera berlari menuju rumah yang tadi pagi aku lihat............
Saat aku memasuki halaman rumah ini rasanya aku tak asing dengan ini semua............
Ada sekelebat dua bayangan saling bersenda gurau diserambi depan rumah tapi aku tak mengenal siapa mereka? Ketika aku masuk rumah lebih dalam lagi, aku merasa seolah-olah aku kembali kerumahku............
Ada apa denganku ini? Aku tak pernah sekalipun menginjakkan kakiku dirumah ini............
Aku mengelilingi rumah ini dan seketika aku melihat sebuah foto tergantung di dinding............
Ada seorang pria dan wanita yang duduk bergandengan tangan............
Aku tak menyangka pria yang ada difoto itu mirip dengan Seoul dan wanita yang duduk disampingnya mirip denganku. ...........
Ini tak mungkin terjadi. ...........
Foto itu diambil 58 tahun yang lalu yang terukir jelas dibawah foto itu............
Mana mungkin aku dan Seoul bersama? “Itu memang kamu,Nina?” Kata sebuah suara mengejutkanku............
...........
“Seoul? Kenapa kau ada disini?”...........
“Aku bukan Seoul,Nina. Aku Bobby. Dia sudah menunggumu sangat lama,Nina”...........
“Kau pasti bercanda,bukan? Kau pasti Seoul?” Jawabku tak percaya............
“Aku tidak bercanda,Nina. Aku memang bukan Seoul. Aku adalah Seoul 58 tahun yang lalu”...........
“Sudah cukup! Aku tak mau bercanda lagi”...........
“Kalau kau tak percaya tutuplah matamu dan buka kembali maka kau akan tahu peristiwa yang pernah kau alami”...........
Aku segera mencoba menutup mataku dan membuka kembali mataku............
Aku sungguh terkejut dengan apa yang kulihat............
Ada sepasang kekasih yang terpisah karena terhalang keegoisan orangtua dan aku bisa melihat semua rentetan peristiwa itu............
Aku juga melihat Seoul dan seorang wanita yang tak lain adalah aku sendiri............
Samar-samar peristiwa itu mengingatku akan kejadian peristiwa dulu............
Ya..........aku ingat sekarang. Aku memang mengenalnya dan dia adalah Seoulku............
Aku segera berlari keluar menuju Seoul yang sudah siap menyambut pelukanku tapi apa yang terjadi saat aku hendak menyeberang sebuah mobil menghantam tubuhku terlempar jauh............
Aku hanya bisa melihat Seoul menangis............
“Maafkan aku Seoul........” Ucapku untuk terakhir kalinya............
Aku akan tetap menunggumu,Nina sampai kau datang kembali kedunia ini. Ucap Seoul sambil menggendong tubuh Nina yang terbujur kaku............
........... ...........
1012 “Berjanjilah padaku,Seoul. ...........
Kau akan mencariku dan mencintaiku lagi dikehidupan mendatang” Ucap seorang gadis yang menunggu detik terakhirnya............
“Aku berjanji,Nina............
Walaupun aku harus menunggumu sampai ribuan tahun aku akan mencarimu dan tetap menunggu sampai kau datang kembali padaku walaupun aku menjadi orang yang tak bisa melihat,mendengar bahkan berbicara aku akan tetap dan selalu menantikan waktu itu” Ucap Seoul sambil memakaikan gelang berliontin emas ditangan kekasihnya,Nina............
...........
...........
»» READMORE...
...........
Nina ...........
Aku mengenalnya secara tak sengaja............
Aku menabraknya saat aku mengejar bis di tempat pemberhentian bis karena aku sedang tergesa maka aku tak mengucapkan kata maaf tapi yang aku herankan mengapa dia tak marah tapi malah tersenyum dengan manisnya............
Aku terkesima dengan tatapan matanya yang lembut............
Sampai dikampus aku tak berhenti membayangkan wajahnya yang seperti artis korea favoritku......................
“Hey, kok senyum-senyum sendiri. Ada apa,non?” Tanya Tanti,sahabatku............
Aku hanya menggeleng............
“Wah,pasti kamu ketemu dengan seseorang ya?” Lanjut Tanti............
“Kok kamu tahu?”...........
“Ealah.....Nina. Itu sudah menjadi kebiasaanmu,toh” Kata Tanti dengan logat jawanya............
Aku hanya tertawa............
...........
Mengapa aku tak bisa berhenti memikirkannya............
Aku seperti tersengat ribuan lebah waktu dia menatapku padahal aku baru bertemu dengannya tadi pagi tapi mengapa aku merasa seperti telah bertemu dengannya............
...........
“ Tan,hari ini aku bertemu dengan seorang cowok. Orangnya menatapku dengan lembut. Rasanya aku telah jatuh cinta dengannya”...........
“ Nina,kamu itu baru pertama kali bertemu dengannya kok malah kamu..........?”...........
“ Entahlah,Tan. Aku merasa ada sesuatu yang tak bisa kujelaskan. Aku tak tahu perasaan macam apa ini”...........
...........
Ya....aku memang tidak tahu perasaan apa yang kumiliki...........
Ada rasa rindu yang tak tertahan untuk bertemu dengannya lagi...........
. Tuhan memang baik mempertemukan aku dengannya lagi ketika aku naik angkutan umum dan dia duduk tepat disebelahku............
Aku tak bisa berkata apapun karena seluruh tubuhku terasa kaku............
Aku hanya meliriknya tanpa bisa berkata apapun............
...........
“Hmm........maaf. Apa kita pernah bertemu ya sebelumnya?” Tanyaku memecah ........... keheningan............
Dia hanya tersenyum manis............
“Kok dia diam terus sih?” Tanyaku didalam hati............
“Boleh tahu namamu siapa? Aku Nina” Sahutku sambil mengulurkan tangan. Tapi sebelum dia menjawab pertanyaanku,dia sudah turun terlebih dahulu............
...........
Sekali lagi aku kecewa............
“Mbak,ini dari cowok tadi” Kata Kernet menyerahkan sepucuk surat............
Aku membacanya dan tersenyum............
Namaku Seoul. Aku sudah tahu namamu kok dan kita pernah bertemu sebelumnya............
...........
Seoul Sejak pertama kali aku bertemu dengannya aku tahu aku sudah mencintainya............
Dia memang tak pernah tahu bahwa aku selalu mengikutinya. ...........
Aku tak pernah berharap dia tahu bahwa aku mencintainya............
Lebih baik begini adanya. ...........
Aku tak ingin dia tahu keadaanku yang sebenarnya............
Memandangnya dari kejauhan itu sudah lebih dari cukup mengobati kerinduanku selama ini............
...........
Nina Aku tak bisa berhenti membayangkan wajah dan senyum............
Aku merasa aku pernah bertemu dengannya tapi aku tak tahu itu dimana............
Namanya Seoul. ...........
Namanya seperti orang korea saja. Keesokkan harinya aku bertemu dengannya lagi didalam bis tapi dia duduk dibelakangku. ...........
Aku tak bisa berbicara dengannya............
Ketika ada kesempatan aku menyapanya tapi lagi-lagi dia tak menjawabku............
...........
“Seoul, bisakah aku bertemu denganmu lagi nanti?” Kataku saat dia beranjak turun dari bis............
Tapi orang yang kupanggil tak menggubrisku............
“Dia tak bisa bicara,mbak” Sahut sang kernet bis............
Aku terkejut............
“Maksud bapak apa?” Tanyaku............
“Dia sudah menjadi pelanggan tetap bis ini,mbak sejak dulu. Namanya Seoul Wijaya. Saya mengenalnya dari kartu namanya”...........
“Dia bisu,pak”...........
“Iya mbak. Kalau dia mau bicara dia pasti menuliskan diselembar kertas” “Memangnya dia mau kemana,pak?” “Saya juga tidak tahu,mbak. Sejak dari dulu dia selalu minta diturunkan di jalan itu. Sepertinya dia sedang menunggu seseorang”...........
Cowok yang membuat hatiku meleleh ternyata dia tak bisa bicara............
Dia bisu. Seharian aku hanya memikirkan Seoul. Orang seperti apakah dia itu?...........
...........
“Nina,kamu ini melamun aja. Lagi mikir siapa?” Sahut Tanti............
“Lagi mikirin cowok yang aku ceritain sama kamu kemarin itu. Ternyata dia bisu,Tant”...........
“Jadi kamu kecewa nih”...........
“Bukan seperti itu. Entah mengapa perasaanku rasanya aku pernah mengenalnya. Aku merasa sangat sedih saat tahu keadaan dia yang sebenarnya”...........
“Namanya siapa sih,Nin?”...........
“ Seoul..........”...........
“Nama yang indah dan aneh ya”...........
...........
Seoul...........
Nina seandainya saja kau tahu aku sudah menunggumu sangat lama untuk melihatmu kembali............
Seandainya kau mengingat peristiwa yang kita alami dulu pasti sekarang kau sudah mengenalku............
Nina,entah sampai kapan aku harus menyembunyikan ini semua darimu. Kau seperti tak mengingatku lagi............
...........
Nina Saat aku tahu dia tak bisa bicara entah mengapa aku seperti ingin menangis padahal aku tak lama mengenalnya............
Tanpa aku sadari aku merasa ingin memeluknya dan mengucapkan kata maaf............
Tapi lagi-lagi aku tak tahu perasaan macam apa ini............
Didalam suratnya dia mengatakan dia sudah mengenalku dan tahu namaku tapi aku benar-benar tak ingat dimana kita pernah bertemu............
...........
Hari ini aku bertemu dengannya lagi tapi bukan di dalam bis melainkan di tepat di sebuah rumah kosong............
Aku tak tahu kenapa aku bisa sampai disini............
...........
“Maafkan aku,Seoul kalau kau ternyata tak bisa bicara” Kataku saat tiba didepan rumah tua bercat putih...........
Tidak apa-apa..................
“Seoul,apa kau sedang menunggu seseorang disini?”...........
Aku menunggumu,Nina............
“Menungguku? Untuk apa?”...........
Untuk janji kita............
“Tapi Seoul, aku baru pertama kali bertemu denganmu”...........
Tidak,Nina. Kita sudah pernah bertemu berkali-kali............
“Aku tetap tak mengerti apa yang kau bicarakan,Seoul. Mungkin kau telah salah mengenal orang kan?”...........
Tidak. Aku tidak pernah salah mengenal orang. Kau tahu ini,kan?...........
“Gelang berliontin emas itu punya siapa?”...........
Ini punyamu,Nina. Sudah lama aku menyimpannya............
“Tapi aku tak pernah memiliki gelang itu,Seoul. Maafkan aku,Seoul. Aku harus pergi” Kataku segera berlalu............
...........
........... Saat aku menengok rumah yang tak berpenghuni itu aku merasa ada sesuatu yang membuatku menangis............
Apakah aku sudah gila akibat kecelakaan yang kualami 2 tahun silam atau aku benar-benar orang yang dia cintai. ...........
Entahlah.....................
. “Tanti,apa kamu masih ingat peristiwa 2 tahun lalu dimana aku mengalami kecelakaan?” Tanyaku tiba-tiba............
“Iya,Nin. Memangnya ada apa?”...........
“Tan,apa dulu aku punya seorang cowok yang aku sukai?”...........
“Kamu kenapa,toh Nin?”...........
“Jawab aja,Tan” Jawabku memaksa............
“Nin,dulu maupun sekarang kamu itu tak punya cowok. Malah anak-anak kampus yang suka sama kamu. Tapi dulu kamu pernah bicara sama aku kalau kamu sedang menunggu seseorang namun kamu tak pernah mengenalkannya sama aku sampai sekarang”...........
“Apakah Seoul yang aku tunggu? Tapi aku benar tak mengingat kejadian 2 tahun silam” Bisikku dalam hati............
“Nin,apa kamu sakit?” Tanya Tanti sambil memegang dahiku............
“Aku pergi dulu,Tant”...........
...........
Sebenarnya siapa Seoul?...........
Atau lebih tepatnya siapa aku ini? Aku segera berlari menuju rumah yang tadi pagi aku lihat............
Saat aku memasuki halaman rumah ini rasanya aku tak asing dengan ini semua............
Ada sekelebat dua bayangan saling bersenda gurau diserambi depan rumah tapi aku tak mengenal siapa mereka? Ketika aku masuk rumah lebih dalam lagi, aku merasa seolah-olah aku kembali kerumahku............
Ada apa denganku ini? Aku tak pernah sekalipun menginjakkan kakiku dirumah ini............
Aku mengelilingi rumah ini dan seketika aku melihat sebuah foto tergantung di dinding............
Ada seorang pria dan wanita yang duduk bergandengan tangan............
Aku tak menyangka pria yang ada difoto itu mirip dengan Seoul dan wanita yang duduk disampingnya mirip denganku. ...........
Ini tak mungkin terjadi. ...........
Foto itu diambil 58 tahun yang lalu yang terukir jelas dibawah foto itu............
Mana mungkin aku dan Seoul bersama? “Itu memang kamu,Nina?” Kata sebuah suara mengejutkanku............
...........
“Seoul? Kenapa kau ada disini?”...........
“Aku bukan Seoul,Nina. Aku Bobby. Dia sudah menunggumu sangat lama,Nina”...........
“Kau pasti bercanda,bukan? Kau pasti Seoul?” Jawabku tak percaya............
“Aku tidak bercanda,Nina. Aku memang bukan Seoul. Aku adalah Seoul 58 tahun yang lalu”...........
“Sudah cukup! Aku tak mau bercanda lagi”...........
“Kalau kau tak percaya tutuplah matamu dan buka kembali maka kau akan tahu peristiwa yang pernah kau alami”...........
Aku segera mencoba menutup mataku dan membuka kembali mataku............
Aku sungguh terkejut dengan apa yang kulihat............
Ada sepasang kekasih yang terpisah karena terhalang keegoisan orangtua dan aku bisa melihat semua rentetan peristiwa itu............
Aku juga melihat Seoul dan seorang wanita yang tak lain adalah aku sendiri............
Samar-samar peristiwa itu mengingatku akan kejadian peristiwa dulu............
Ya..........aku ingat sekarang. Aku memang mengenalnya dan dia adalah Seoulku............
Aku segera berlari keluar menuju Seoul yang sudah siap menyambut pelukanku tapi apa yang terjadi saat aku hendak menyeberang sebuah mobil menghantam tubuhku terlempar jauh............
Aku hanya bisa melihat Seoul menangis............
“Maafkan aku Seoul........” Ucapku untuk terakhir kalinya............
Aku akan tetap menunggumu,Nina sampai kau datang kembali kedunia ini. Ucap Seoul sambil menggendong tubuh Nina yang terbujur kaku............
........... ...........
1012 “Berjanjilah padaku,Seoul. ...........
Kau akan mencariku dan mencintaiku lagi dikehidupan mendatang” Ucap seorang gadis yang menunggu detik terakhirnya............
“Aku berjanji,Nina............
Walaupun aku harus menunggumu sampai ribuan tahun aku akan mencarimu dan tetap menunggu sampai kau datang kembali padaku walaupun aku menjadi orang yang tak bisa melihat,mendengar bahkan berbicara aku akan tetap dan selalu menantikan waktu itu” Ucap Seoul sambil memakaikan gelang berliontin emas ditangan kekasihnya,Nina............
...........
...........
